Arsip ini nggak jadi dalam sehari, dan jelas nggak dikerjain satu orang.
Semuanya mulai dari tumpukan file yang berserakan: folder zine yang isinya cuma "revisi final fix bgt", video film yang masih ngendon di drive pribadi, rekaman radio dengan kualitas yang beda-beda, sampai cover yang harus dicari satu-satu di grup angkatan.
Ngumpulin yang berserakan
Tiap edisi punya cara nyimpen sendiri. Vol. 1 masih rapi karena semuanya masih baru. Vol. 2 mulai campur — ada yang di Google Drive, ada yang cuma nempel di HP panitia. Vol. 3 paling berat: beberapa karya baru dikirim setelah acara kelar, dan sebagian lagi nggak pernah diunggah ke mana-mana.
Kerjaan arsip itu sembilan puluh persen nanya ke orang, sepuluh persen ngoding.
Ngejar yang hilang
Yang paling sering kejadian bukan file-nya rusak, tapi nggak ada yang tahu file-nya ada di mana. Jadi satu per satu ditanya: ini punya siapa, unggah ke mana, judulnya yang mana. Ada yang akhirnya ketemu, ada juga yang sampai sekarang masih kosong dan ditandai "arsip menyusul" — bukan karena males, tapi karena datanya memang belum ada.
Nyusun, bukan cuma nempel
Setelah bahannya lengkap, bagian susah berikutnya adalah bikin semuanya masuk akal. Empat edisi punya tema, jumlah karya, dan istilah yang beda. Kalau digabung asal-asalan, yang kelihatan cuma kekacauan. Jadi tiap karya dikasih tempatnya: medium, edisi, tim, deskripsi, tautan. Situsnya dibikin supaya bisa dibaca cepat, dari daftar sampai halaman detail, dan tetap kebaca kalau nanti ditambah lagi.
Yang masih kosong
Jujur: belum semua ada. Beberapa cover, sebagian video, dan sebagian tautan masih ditandai kosong. Tapi lebih baik ditampilkan terus terang daripada diisi asal biar kelihatan penuh. Bagian yang kosong itu jadi daftar kerjaan, bukan alasan buat nunggu semuanya sempurna dulu.
Kenapa tetap dikerjain
Karena karya yang udah dibuat susah-susah seharusnya nggak hilang cuma gara-gara nggak ada yang nyimpen. Arsip ini bukan piala, cuma satu tempat biar orang bisa lihat lagi. Kalau nanti ada yang buka terus bilang "oh, ini yang dulu kita bikin", berarti udah cukup.